Untuk bapak yang tidak bisa kurangkul karna kepergiannya beberapa tahun lalu, yang membedakan hari ini dan kemarin adalah keberadaanmu yang tidak dapat kulihat. Kau menjadi sosok yang paling romantis ketika jenuh mulai menghujam diriku. Aku rindu, aku benar-benar rindu, Bapak. Aku kehilangan, aku benar-benar kehilangam, Bapak.
14 Juni 2018, sepenggal tulisan ini aku persembahkan untuk seorang teman yang kehilangan Bapaknya. Malam itu dia menemuiku, kupandangi wajahnya, kuperhatikan setiap gerakannya, aku tahu dia habis menangis hebat sebelum bertemu denganku, dia hanya menundukkan pandangan dan tidak ingin memperlihatkan bahwa dia sedang benar-benar kehilangan. Tidak apa-apa menangis, tidak apa-apa untuk menjadi sedih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar