Kamis, 10 Juli 2014

-

Derita jutaan makhluk tak bedosa
Berisi tangis ketidakberdayaan
Dicabut paksa nyawa suci
Dihempas tergoyah patah
Terpasung kaki tangan terikat
Merangkak sakit tak bertuan
Rindu akan damai dan keadilan

Setiap nyawa dan kesedihan akan diganti oleh keadilan yang akan tegak berdiri di dunia ataupun di akhirat nanti. Allah sayang kita, Allah akan selalu melindungi umatnya.

Senin, 07 Juli 2014

Jumat Subuh Waktu Itu

Kepergiannya yang begitu mendadak membuatku sangat terpukul. Ia yang selalu setia mendengarkan ceritaku kini pergi untuk selamanya. Aku ingat saat aku bercerita tentang cinta, ia juga bercerita tentang cerita lamanya dulu. Sekarang aku benar-benar ingin bercerita, aku sudah tidak kuat harus membendung air mata yang kapan saja bisa menetes deras ini sendirian. Kalau bisa aku meminta pada Allah, aku mau bertemu dengannya sekali lagi, untuk sekedar mengucap maaf dan bercerita tentang hidupku yang runyam akhir-akhir ini. Semoga kita bisa bertemu di surga Allah nantinya.

Hidup sepertinya menyembunyikan rahasia besar dariku, hidup seakan kembali membuatku tidak sama sekali nyaman. Penat ini akan terus menjadi satu dengan diriku sampai aku rasakan artinya bebas. Terbang, melayang dan merasakan dunia lepas. Katanya: Yang kita butuhkan dalam kehidupan adalah keikhlasan, syukur, sabar, senyuman, semangat, kasih sayang, cinta, ketulusan dan tanda terimakasih terhadap Allah swt karena masih diberi kesempatan untuk melihat dunia dengan segala perbedaan di dalamnya.

"Rabbanaftah bainanaa wabaina qauminna bil haqqi wa anta khairul faathihiina" 
artinya: Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil) dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. (Q.S. Al-A'raf: 89)

Jangan berputus asa. Apa yang sudah diberi Allah memang jalan yang paling baik, kamu tidak boleh menolak, kamu harus menerima, kamu tidak boleh menuntut, tidak boleh egois, tidak boleh berprasangka buruk, kamu harus ikhlas dan sabar.