Sekarang rasanya ribuan kata-kata itu sedang terbang-terbang di dalam otakku, mereka seperti menunggu antrian untuk dirangkai menjadi sebuah paragraf. Aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memilah satu persatu, tapi makin lama aku makin bingung. Kutulis, kuhapus, kutulis lagi dan kuhapus lagi. Rasanya aku masih tidak mampu merangkai kata menjadi sebuah paragraf untuk menterjemahkan keadaan saat ini.
Dari hati yang terdalam, aku minta maaf. Bumi, dunia.. menangislah, kalau itu dapat membuatmu menjadi sembuh, menangislah kalau itu dapat membuat aku tersadar kalau kamu telah terlampau baik menampung aku dipelukanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar