Rabu, 15 Juli 2020

Dibalik Tirai 83

Merahnya api menyala
Desiran ombak yang menghempas batu besar ditengahnya
Batu cadas yang terkalahkan oleh tangan-tangan kekarmu
Ketukan palu dengan tangan yang kuat
Serta daun kering yang mulai meninggalkan tempatnya
Kulihat badan-badab terkapar lemas namun tetap dengan senyum kehangatan
Derai-derai langkah kaki ksatria di bumi tercinta
Menggoreskan arti pengorbanan
Menghempas karang di lautan
Melenyapkan kuka yang seakan bergulir dengan waktu
Kembali bersahabat dengan kesabaran
Teruntukmu, pemuda pemudi perkasaku


(Puisi ini dibacakan saat penutupan KKN 83 2018 Universitas Muhammadiyah Malang di desa Tulungrejo, Donomulyo, Malang. Puisi ini diciptakan oleh Arin, Refsi, dan Hetty)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar