Ditengah kerumunan para pendemo
Sajakku berirama merdu
Kurang dari enam puluh menit
Kudengar riuh gaduh para mendemo
Ada yang bisu tapi mengelak
Tetap pada diam yang luka
Inilah sajakku untuk pembelaan
Setitik goresan pada pena yang sering kau anggap kuno
Satu, dua tiga kau ambil paksa
Tanah, laut, sumber makanan, tarian
Bahkan tanpa rasa malu
Bukan dengan suara lantang dibalik pengeras
Juga bukan dengan kekerasan psikis di media sosial
Sajak berdarah ini dari mahasiswa pasif
Saya serahkan pada para pencuri
28 Januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar