Sabtu, 21 Juni 2014

Sajak Kecil Untuk Dunia

Kami duguncangkan dunia yang ditutup kabut berselimut mimpi
Kami dibatasi oleh mimpi yang seakan nyata untuk dihuni
Namun terasa sunyi ketika ditinggali
Bayangan yang seakan nyata menjelma merasuki sukma buatan
Mereka hadir bagai mimpi buruk bagi penghuninya
Mereka nampak tapi palsu dengan suara keadilan semu
Menggambarkan kepalsuan yang selalu berulang
Jalan saja sampai lelah, mengitari jagat yang sesak dengan kemunafikan
Membengang lebar mulutku ini melihat keadaan yang berbalik tak karuan
Mereka tembok besar penghalang jiwaku
Aku mau bebas tapi tak mampu
Duniaku hanya terlihat baru dan nyata
Dibaliknya hanya ada lelucon konyol tak bersuara
Meniti waktu samadengan menyudahi perbudakan
Selimut pembawa mimpi kembali datang dengan hal yang baru
Rakyatnya ditipu oleh pembaruan yang terbelenggu
Kepercayaannya dianggap jelaga semata
Yang disebut baru hanyalah buaian para pencuri
Aku ditipu oleh penyuara ulung pengemban nasib
Nasibku diputar balik dan digantung tinggi-tinggi
Lalu dihempas dan dibuang setelah membubung tinggi
Jiwaku seperti ditusuk ribuan duri
Apalah arti ranting yang terikat
Diatas ketidakberdayaan tubuh yang tergoyah
Berkoar-koar dalam lorong sempit berpenghuni
Menjanjikan penghapusan pada kemiskinan
Ahli politisi menghambur semesta
Hadir dengan langkah tegap beserta setelan rapi
Mengumbar janji pada sang pemimpi
Tersungkur malu aku pada kenyataan
Terbahak keras aku pada keadaan
Melihat permainan baru sang penguasa
Terbaring lesu dikeheningan
Terlihat wajah-wajah murung tak berkawan
Tergeletak lemas atas ketidakberdayaan
Yang telah acuh pada nasib yang di beri
Kehampaan ini terus menarikku dalam kegelapan
Semua terasa rusuh dan bingar
Selamat tinggal untuk keadilan yang merunduk malu
Terkuaklah pemilik kepalsuan
Pijakanku menjadi satu-satunya saksi
Dimana maling dunia menemui bui

Tidak ada komentar:

Posting Komentar