Pagi ini hujan,
Aku merindukan baunya, merindukan seseorang didalam hujan; kamu. Kapan kita bisa melihat hujan bersama lagi? Melihat setiap titiknya yang jatuh berhamburan basahi lapangan sekolah. Kamu tau? Sekarang aku berubah menjadi pemurung yang gampang marah, uring-uringan, malas belajar, malas mandi, malas makan, malas segalanya. Kepergianmu dua bulan lalu penuh dengan tanda tanya membuat hidupku berantakan. Setiap hari aku selalu mencari alasan untuk tetap bisa tertawa, padahal aku tau semua itu cuma menghiburku sesaat dan ketika malam menjemput aku kembali menangis.
Aku benar-benar merindukanmu,
Merindukan senyuman, tawa, canda, gurauan, keisengan, kejailan dan lainnya. Aku merindukan keluguan kita menari-nari di atas dunia yang luas ini. Aku merindukan pesan singkatmu, setiap malam aku selalu berusaha tegar dan terbiasa tanpa sapaan jailmu. Ngomong-ngomong aku masih ingat benar wangimu, wangi jaketmu. Kamu benar-benar membuatku mabuk, aku terlalu mengharap banyak padahal disisi lain tak ada sedikitpun rasa untukku, tapi apa maksud perhatian dan kedekatan kita selama ini? Ottakku hampir rusak terlalu sering memikirkan kepergianmu ini. Aku tak ingin kamu pergi, sungguh. Bisakah kamu kembali? Disini aku terus menunggu Allah membawamu kembali.
Cepat kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar