Minggu, 16 November 2014

Bidak Catur, Sangkar dan Kebebasan.

Aku tak tau.. Hidup ini seperti bidak catur, dimana orang didalamnya harus mengikuti aturan yang tak akan pernah bisa ditolak, pindahan-pindahan anak catur ini seperti gerakan tubuh yang dipaksa untuk melangkah, aku seakan bergerak mengikuti alur takdir yang tak pernah disetujui, dunia seperti permainan yang kejam dan tak adil dimana aku terus berada didalam putih-hitam bidak catur; diatur, dipindah, dihambur, terbuang, diatur kembali dan begitu seterusnya.

Mengelak pun tak mampu, aku terus berputar dalam bidak catur yang sama sekali tak kupahami, aku terus berada dalam kepura-puraan. Menampilkan senyum palsu, merasakan luka basah yang tidak akan pernah kering, sendirian.. 

Ini seperti cerita yang kau buat untukku; burung dalam sangkar. Seperti papan catur juga, aku tak bisa bebas dari aturan yang selalu mengikat kuat. 

Kau bilang akan membebaskanku dari sangkar yang menahun menjebak tubuh kecilku ini, belum sempat kau mengajariku bebas, kau malah sibuk membebaskan manusia lain, kemana kau pemilik janji? Kau tak peduli pada akhir cerita yang telah kau tulis sendiri, bahkan kau telah memulai cerita baru dengan yang lain. Kenapa kau harus memulai membuat cerita untukku kalau tak sampai pada kebebasan yang sesungguhnya, cerita ini membuatku terikat dalam sangkar yang didalamnya berisi bidak catur.

Arin&Ado
rachmadadityawarman.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar